A Case Study On Self-Regulation In Early Childhood With Intellectual Developmental Delay
DOI:
https://doi.org/10.58526/jsret.v5i1.1031Keywords:
self-regulation skills, intellectual disability, early childhood educationAbstract
Self-regulation is a crucial ability in early childhood development, encompassing the control of attention, behavior, and emotions within learning contexts and social interactions. This ability serves as a foundational component of children’s learning readiness and social adjustment in educational settings. Children with intellectual developmental delay often experience difficulties in self-regulation due to limitations in cognitive capacity and executive functioning, which subsequently affect learning engagement and social adaptability. This study aimed to describe the self-regulation of an early childhood learner with intellectual developmental delay using a case study approach. The research employed a descriptive qualitative method with continuous observation conducted over a four-month period in a kindergarten learning environment. The research subject was a six-year-old child diagnosed with moderate intellectual developmental delay. Observations focused on attention regulation, behavioral regulation, emotional regulation, and social-emotional functioning during learning activities. The findings revealed that the child’s self-regulation had not developed in accordance with chronological age expectations. The most prominent difficulties included limited sustained attention, dependence on external guidance for behavior regulation, emotional instability when facing challenges, and restricted peer interactions. These findings indicate that intellectual developmental delay affects multiple and interrelated aspects of self-regulation, highlighting the importance of understanding self-regulation based on developmental rather than chronological age
Downloads
References
Aini, N., & Handayani, T. (2021). Regulasi emosi anak usia dini dengan kebutuhan khusus dalam setting pendidikan inklusif. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 15(1), 45–56.
Astuti, P., & Hidayat, R. (2021). Dukungan guru terhadap regulasi emosi anak usia dini di kelas inklusif. Jurnal Pendidikan Anak, 9(2), 98–109.
Fauziah, N., & Rahman, A. (2020). Pendekatan ko-regulasi dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus usia dini. Jurnal PAUD Terpadu, 3(1), 25–36.
Handayani, S., & Kurniasih, D. (2022). Strategi guru dalam mengembangkan sosial emosional anak berkebutuhan khusus di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 16(1), 73–85.
Hapsari, R., & Suryani, L. (2021). Regulasi emosi pada anak dengan hambatan intelektual di pendidikan inklusif. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 15(2), 87–99.
Kurniawati, D., & Lestari, S. (2020). Peran guru dalam pengembangan regulasi diri anak berkebutuhan khusus di PAUD inklusif. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 5(2), 101–112.
Lestari, M., & Prasetyo, E. (2021). Hambatan belajar anak dengan disabilitas intelektual di PAUD inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus, 17(2), 89–100.
Marlina, & Putri, D. A. (2020). Pelaksanaan pendidikan inklusif di PAUD: Tantangan dan strategi guru. Jurnal Pendidikan Inklusif, 3(1), 1–12.
Nurhayati, E., & Pratiwi, A. (2022). Pembelajaran individual bagi anak berkebutuhan khusus di PAUD inklusif. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3121–3133. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2201
Pramudya, R., & Sulastri, S. (2023). Peran lingkungan belajar terstruktur terhadap regulasi diri anak usia dini. Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik, 12(1), 41–53.
Rahmawati, Y., & Azizah, N. (2020). Strategi pembelajaran anak dengan hambatan intelektual pada pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Khusus, 16(1), 23–34.
Rizki, A., & Mulyani, S. (2020). Pembelajaran berbasis rutinitas untuk anak berkebutuhan khusus di PAUD. Jurnal Pendidikan Inklusif, 3(2), 55–66.
Rohmah, S., & Fitria, N. (2021). Pengembangan kemampuan sosial emosional anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan individual. Jurnal Pendidikan Inklusif, 4(2), 67–79.
Safitri, L., & Ananda, R. (2022). Intervensi sosial emosional pada anak dengan hambatan intelektual usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 120–132.
Sari, D. P., & Lestari, R. (2023). Peran guru dalam pengembangan regulasi diri anak usia dini berkebutuhan khusus. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 8(1), 45–58.
Sukmaningtyas, R., & Wulandari, H. (2022). Regulasi diri anak usia dini dalam pembelajaran berbasis bermain. Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 133–145.
Utami, R., & Widyaningrum, A. (2021). Tantangan guru PAUD dalam menangani anak dengan disabilitas intelektual. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 55–66.
Wahyuni, S., & Laily, N. (2020). Perkembangan fungsi eksekutif anak usia dini berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 14(2), 201–213.
Wulandari, T., & Febriani, E. (2023). Pengelolaan kelas inklusif untuk meningkatkan regulasi diri anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 455–468.
Yuliana, D., & Saputra, A. (2022). Implementasi pendidikan inklusif di PAUD: Studi kasus anak berkebutuhan khusus. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 1540–1552.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurachmi Maisyaroh, Brigita Puridawaty, Nadia Masfhufaturahmah, Teta Nurul Ismah, Eka Safrianti, Ida Nuraida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
JRSET is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


