Green Architecture Approach in Redesign of Popoh Beach Tulungagung Regency
DOI:
https://doi.org/10.58526/jsret.v5i1.985Keywords:
Green Architecture, Popoh Beach, Sustainable Tourism, Economic Empowerment, RedesignAbstract
The tourism sector plays a strategic role, yet its potential in Tulungagung Regency has not been fully optimized. Although tourism in Tulungagung has generally recovered in the post-pandemic period, specific destinations such as Popoh Beach have experienced a significant decline in visitors from 18,847 in 2022 to 8,761 in 2024. This condition indicates the urgency of redesigning the area. This study aims to redevelop the Popoh Beach area based on Green Architecture principles by identifying inhibiting factors, determining appropriate design concepts, and formulating a sustainable facility redesign model. The research employs a qualitative approach with data triangulation through literature studies, interviews, and field observations. The expected outcome is a design model focused on reducing carbon footprints through passive design strategies, providing coastal environmental education, and empowering the local economy through integrated zoning arrangements. This redesign is expected to offer a solution to declining visitor numbers while ensuring environmental and economic sustainability in the tourism area.
Downloads
References
Alamsyah, P. A. S., et al. (2024). Inovasi pengelolaan sampah plastik melalui bank receh dan edukasi lingkungan melalui papan wicara. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(5), 447–452. https://doi.org/10.59395/altifani.v4i5.591
Chaniago, N. (2024). Peningkatan pendapatan asli daerah. Jurnal, 32(1), 103–114.
Damayanti, R. A., & Puspitasari, A. Y. (2024). Kajian potensi daya tarik wisata heritage di Indonesia. Jurnal Kajian Ruang, 4, 13–34. Retrieved from http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kr
Fadilla, H. (2024). Pengembangan sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan daerah di Indonesia. Benefit: Journal of Business, Economics, and Finance, 2(1), 36–43. https://doi.org/10.37985/benefit.v2i1.375
Karanganyar, K., & Boyolali, K. (2021). Redesain kawasan GOR Diponegoro dengan konsep tertentu. Jurnal, 3(2), 52–59.
Kirana, S. R., et al. (2020). Konsep arsitektur hijau. Jurnal, 3(2), 439–448.
Margaretha, R. (2024). Strategi capacity building dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA), 4(1), 248–256. https://doi.org/10.47709/jebma.v4i1.3588
Maskun, F., Ibrahim, M., & Yusuf, B. R. (2024). Pengembangan sektor pariwisata. JEMAI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi, 3(2), 45–50. Retrieved from https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/jemai
Mustafa, M. (2024). Penerapan prinsip arsitektur hijau pada desain permukiman ramah lingkungan di perkotaan. Jurnal Cahaya Mandalika, 5(2), 618–632.
Nadhifatur Rifdah, B., & Kusdiwanggo, S. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan pariwisata di Indonesia: Tinjauan literatur sistematis. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 13(2), 75–85. https://doi.org/10.32315/jlbi.v13i2.358
Pemerintah Kabupaten Tulungagung. (2024). Peraturan daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 3 Tahun 2024 tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah tahun 2025–2045. Tulungagung: Lembaran Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2024 Nomor 3.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (2017). Peraturan daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2017 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Provinsi Jawa Timur tahun 2017–2032. Surabaya: Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 Nomor 5 Seri D.
Rahma, A. A. (2020). Potensi sumber daya alam dalam mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia. Jurnal Nasional Pariwisata, 12(1), 1. https://doi.org/10.22146/jnp.52178
Sari, Y. D., & Muta’ali, L. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat kunjungan kembali wisatawan ke kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang. Jurnal Nasional Pariwisata, 15(1), 1. https://doi.org/10.22146/jnp.100282
Soebagyo. (2012). Strategi pengembangan pariwisata di Indonesia. Jurnal Liquidity, 1(2), 153–158.
Suryati, N., & Maharika, I. F. (2021). Seminar karya dan pameran arsitektur Indonesia 2021. In Sakapari 2021 (p. 382).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. (2009).
Brenda, B., & Vale, R. (1991). Green architecture: Design for a sustainable future. London, England: Thames & Hudson.
Kibert, C. J. (2016). Sustainable construction: Green building design and delivery (4th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Brief, C. (2023). Identifikasi penerapan prinsip arsitektur hijau. Prosiding SIAR IV: Seminar Ilmiah Arsitektur, 191–198.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Roy Azwan Saputra, Darmansjah, Benny Bintarjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright @2022. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) which permits unrestricted commercial used, distribution and reproduction in any medium
JRSET is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


